Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/05/cara-membuat-related-post-atau-artikel.html#ixzz2DaGDNTf9 Pandawa Putra Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/03/cara-memasang-meta-tag-keyword-dan.html#ixzz2D0LFOyez Source: http://amronbadriza.blogspot.com/2012/05/cara-mengubah-template-blogspot-menjadi.html#ixzz2DaHD0Dmv

Kamis, 15 November 2012

Khutbah Jum'ah. Dzikir Penting dalam Beragama


الْحَمْدَ لِلَّهِ الذى خلق كلّ شيئ فقدّره تقديرا ودبّره عباده على ما تقتضيه حكمته وكان لطيفاخبيرا، وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ, له الملك وله الحمد وكان على كلّ شيئ قدير وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.ارسله بين يدي السّاعة بشيراونذيرا, وداعيا الى الله بإذنه وسراجامنيرا اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سيّدنا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ؛فيَا إخوانى فى الدين ارشدكم الله اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. واعلموا ما اكرمكم به على العالمين,وقال الله تعالى وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri kami pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di dunia ini dan akhirat kelak.
Unsur yang paling penting dalam takwa adalah dzikir atau ingat Allah. Banyak sekali ayat al Qur’an yang menyinggung akan betapa pentingnya melakukan dzikir ini, misalnya kita diperintahkan menegakkan sholat adalah supaya kita berdzikir atau ingat kepada Allah. Firman Allah اقم الصلاة لذكري
Tegakkanlah sholat untuk mengungat Aku
Dalam ayat lain al Qur’an mengancam bagi orang-orang yang melupakan Allah dalam beragama ini, Firman Allah:
ولا تكونوا كالذين نسواالله فانساهم انفسهم ألئك هم الفاسقون
Dan janganlah kalian seperti orang-orang yang melupakan Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri, mereka itulah orang-orang yang fasik.
Dengan demikian dzikir adalah sangat penting dalam ajaran agama kita, dzikir merupakan salah inti ajaran agama kita. Dalam beragama ini tidaklah mungkin tanpa ingat atau dzikir kepada Allah. Di tempat lain al-Qur’an mengambarkan tentang orang yang dipuja Allah dengan istilah ulul albab (orang-orang yang memiliki pemikiran mendalam) adalah orang-orang yang dzikir kepada Allah, Firman Allahyang artinya
Yaitu orang-orang yang mengingat Allah baik sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, mereka selalu memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi, (seraya mereka berkata) ya Allah tidaklah Engkau menciptakan ini semua dengan sia-sia, Maha Suci Engkau, maka peliharalah kami dari siksa api neraka.
Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Dzikir kepada Allah tidak mengenal  ruang dan waktu, selamanya dan di mana saja kita harus ingat kepada Allah. Bila kita lupa kepada Allah, maka Allah akan membuat kita lupa akan diri kita sendiri. Hanya dengan ingat kepada Allah kita akan mengetahui dan menginsafi bahwa hidup ini adalah berasal dari Allah dan akan kembali kepada-Nya pula. Itulah makna  ayat yang sering kita baca, yaitu : اناّالله وانا اليه راجعوان
Ada ungkapan dalam literature kesufian jawa yang sangat relevan dengan ayat di atas yaitu Allah adalah Sangkan Paran, Sangkan  artinya asal dan Paran artinya tujuan. Asal dan tujuan kita sama yaitu Allah.
Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Kita  sesungguhnya terikat  oleh suatu perjanjian antara kita dengan Allah yang terjadi sebelum kita lahir, seperti digambarkan dalam al Qur’an
واذ اخذ ربّك من بني ادم من ظهورهم ذرّيّتَهم واشهدهم على انفسهم الستُ بربّكم قالوا بلى شهدنا اَن تقولوا يوم القيامة إنّا كنّا عن هذا غافلين
Dan ingatlah ketika Tuhanmu mengeluarkan keturunan anak-anak Adam dari sulbi mereka dan Allah mengambil kesaksian dari jiwa mereka seraya berfirman,”Bukankah Aku ini Tuhanmu,”mereka menjawab, Betul Engkau Tuhan kami, kami menjadi saksi. Kami lakukan yang demikian itu agar di hari Kiamat nanti kamu tidak mengatakan sesungguhnya kami (Bani Adam) adalah orang-orang yang lengah terhadap ini.
Suatu gambaran dalam al Qur’an mengenai keadaan kita sebelum lahir. Kita pernah dipanggil oleh Allah dalam suatu alam ruhani, ketika kita masih dalam wujud ruh. Dan dimintakan persaksian kepada kita. Karena perjanjian tersebut terjadi di alam ruhani, maka tidak menjadi kesadaran kita yang sekarang ini berada di alam jasmani. Tetapi perjanjian ruhani itu mempengaruhi hidup kita serta  menentukan rasa bahagia dan sengsara kita dalam arti yang paling hakiki. Maka begitu lahir di dunia, kita terikat oleh perjanjian ini. Ia kemudian tumbuih dalam diri kita sebagai dorongan ruhani untuk kembali kepada Allah memenuhi janji itu yaitu mengakui Allah sebagai satu-satunya Tuhan yang wajib disembah dan berbakti kepada-Nya.
Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Semua orang ingin kembali kepada Allah. Hidup ini adalah perjalanan ingin kembali. Kembali ke asal kita. Hidup ini bisa diumpamakan seperti anak kecil yang menangis, lalu dilihat ibunya, dan didekapnya ia oleh sang ibu, maka dia akan diam. Dia kembali ke ibunya. Begitu juga dengan kita semua ingin kembali pulang ke asal kita. Pulang itu adalah suatu gejala psikologis atau jiwa, bukan gejala fisik.
Kalau seseorang tidak berhasil pulang, ia disebut tersesat. Ketersesatannya itu tidak bisa ditebus. Meskipun ia ditampung di rumah yang lebih mewah dari rumah asalnya, ia akan tetap sengsara. Ia tetap ingin pulang. Ada pepatah dalam bahasa Inggris home sweet home,kediaman asal adalah rumah yang paling enak. Kata Nabi Muhammad SAW,”Baiti Jannati.” Rumahku adalah surgaku.Rumah, mempunyai maknah psikologis yaitu pulang, suatu pemenuhan hasrat untuk kembali ke asal. Hal itu menimbulkan suatu ketentaraman dan kebahagiaan. Setiap orang ingin kembali ke kampung asalnya, kembali ke keluarga. Bahkan siapa saja yang pergi ke luar negeri, selalu saja ada keinginan  lekas pulang ke negeri asal, termasuk kita yang sedang merantau ini selalu ingin pulang terutama pada hari Lebaran. Kita ingat sewaktu kita masih mondok di pesantren dulu hal yang paling menyenangkan dan kita nanti-natika adalah pulang ke rumah, setelah sampai rumah kita malas kembali lagi ke pondok.
Sidang Jum’at yang dimuliakan Allah
Semua proses kembali ini, yang paling mutlak ialah kembali kepada Allah SWT. Dimensinya spiritual. Anak kecil yang berhenti menangis karena berhasil didekap ibunya, lebih merupakan gejalah psikologis semata. Tetapi kalau kita berhasil merasakan berada dalam dekapan Allah SWT, itu adalah pengalaman ruhani yang jauh lebih dalam. Dalam al qur’an disebutkan, orang yang ingat kepada Allah hatinya akan tentram.
الا بذكرالله تطمئنّ القلوب
Orang-orang yang sesat dalam istilah agama disebut Dhollun. Yaitu orang yang tidak sanggup kembali ke asalnya. Dengan makna lain, Dhollun  adalah mereka yang tidak sanggup kembali kepada Allah, karena tidak pernah mencoba membangun hubungan yang baik dengan Allah yaitu melalui ibadah. Salah satu unsur penting takwa adalah dzikir, yang merupakan wujud keinginan kembali kepada Allah. Dengan dzikir kita mengisafi hadirnya Allah dalam hidup kita. Allah selalu hadir bersama kita. Allah adalah wujud yang tidak terikat oleh ruang dan waktu.
وهو مَعَكُم اينماكنتم وَاللهُ بِماَ تَعمَلُونَ بَصير
Dan Dia bersamamu dimanapun kamu berada. Dan Allah maha mengetahui tentang segala sesuatu yang engkau kerjakan.
فاينما تولّوا فثمّ وجه الله
Maka kemanapun kamu menghadap di situlah kamu menghadap Allah.
Kalau kita menyadari hadirnya Allah dalam setiap detik kehidupan kita, maka kita akan dibimbing ke arah budi pekerti luhur. Ke arah al akhlaq al karimah. Ada sebuah hadits yang mengatakan : Nabi bersabda,” Tahukah kalian apa yang paling banyak menyebabkan manusia masuk surga, yaitu bertakwa kepada Allah dan berbudi pekerti luhur (HR. Ahmad)
Sidang Jum’at  yang berbahagia
Inilah bagian yang sangat penting dari takwa, yang harus kita tumbuhkan dalam diri kita. Semua itu tidak terjadi begitu saja, meskipun benih takwa sudah ada dalam ruhani kita yang paling dalam sebelum kita lahir, tetapi seperti halnya semua bakat yang secara laten ada dalam diri kita, ia hanya akan berkembang kaLau dilatih dan ditumbuhkan.
Sama dengan potensi kecerdasan, sejak kecil kita mempunyai bakat untuk belajar dan memahami sesuatu. Akan tetapi kita tetap memerlukan pendidikan untuk betul-betul mengembangkan kecerdasan otak kita. Sejak kecil kita mempunyai bakat cinta kepada sesama manusia, tetapi itu pun baru tumbuh menjadi sikap yang mapan apabila dikembangkan melalui pelatihan dan pendididkan. Sejak dari lahir kita mempunyai benih keinginan kembali kepada Allah, itu harus kita latih melalui berbagai ibadah,dan bacaan dzikir yang diajarkan agama. Sehingga potensi takwa kita benar-benar manifes atau wujud dalam hidup kita. Amin ya Robbal Alamin.
انّ فى خلق السموات والارض واختلاف الليل والنهار لايات لاول الالباب  الذين يذكرون الله قياماوقعوداوعلى جنوبهم ويتفكرون فى خلق السموات والارض ربّناماخلقت هذاباطلا سبحانك فقنا عذاب النّار
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua:
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.أَمَّا بَعْدُ؛ وَقَالَ النَّبِيُ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي).
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
         اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.


Khutbah Jum'ah, Pembuka Rizki


Istighfar Dan Taubat Adalah Kunci Rizki Dan keberkahan dari Allah Ta'ala
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَهُمْ بِإِحْسَانٍ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَمَّا بَعْدُ؛فيَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ وَقُوْلُوْا قَوْلاً سَدِيْدًا. يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللهَ وَرَسُوْلَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا.
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
          Pada kesempatan kali ini tak lupa saya wasiatkan kepada diri kami pribadi dan jama’ah semuanya, marilah kita tingkatkan kualitas iman dan taqwa kita, karena iman dan taqwa adalah sebaik-baik bekal untuk menuju kehidupan di di dunia ini dan akhirat kelak.
Jamaah Jum’at  yang berbahagia ...
          Di antara hal yang menyibukkan hati kita dalam menjalani kehidupan di dunia ini adalah mencari rizki. Menurut pengamatan, sebagian besar kaum muslimin memandang bahwa berpegang teguh dengan syari'at Islam akan mengurangi rizki mereka, bahkan lebih lebih parah dan menyedihkan, ada sejumlah orang yang masih menjaga kewajiban syari’at Islam tetapi mengira bahwa jika ingin mendapatkan kemudahan di bidang materi dan kemapanan ekonomi hendaknya menutup mata dari hukum-hukum Islam, terutama yang berkenaan dengan hukum halal dan haram.
          Mereka itu mengira bahwa Allah mensyari’atkan agamaNya hanya sebagai petunjuk bagi ummat manusia dalam perkara-perkara kebahagiaan di akhirat saja. Padahal Allah mensyari’atkan agama ini juga untuk menunjuki manusia dalam urusan kehidupan dan kebahagiaan mereka di dunia ini.
          Sebagaimana Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Anas Radhiallaahu anhu , ia berkata:
كَانَ أَكْثَرُ دُعَاءِ النَّبِيِّ: رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
          “Sesungguhnya do’a yang sering diucapkan Nabi adalah, “Wahai Tuhan Kami’ karuniakanlah kepada kami kebaikan di dunia dan di akhirat, dan jagalah kami dari siksa api Neraka”.
 Ma'asyirol Muslimin a’azza kumullah ...
          Allah dan RasulNya tidak meninggalkan umat Islam dalam kegelapan dan keraguan tanpa petunjuk dalam usaha mencari penghidupan. Tetapi sebaliknya, sebab-sebab mendapat rizki telah diatur dan dijelaskan. Sekiranya ummat ini mau memahami dan menyadarinya, niscaya Allah akan memudahkan mencapai jalan-jalan untuk mendapatkan rizki dari setiap arah, serta akan dibukakan untuknya keberkahan dari langit dan bumi.
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
          Di antara sebab terpenting diturunkannya rizki adalah istighfar (memohon ampun) dan taubat kepada Allah. Sebagaimana firman Allah tentang Nabi Nuh AS yang berkata kepada kaumnya:
          “Maka aku katakan kepada mereka, ‘Mohon ampunlah kepada Tuhanmu’, sesungguhnya Dia adalah Maha Pengampun, niscaya Dia akan mengirimkan hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai.” (Nuh: 10-12)
          Yang dimaksud istighfar dan taubat di sini bukan hanya sekedar diucapkan di lisan saja, tidak membekas di dalam hati sama sekali, bahkan tidak berpengaruh dalam perbuatan anggota badan. Tetapi yang dimaksud dengan istighfar di sini adalah sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah “Meminta (ampun) dengan disertai ucapan dan perbuatan dan bukan sekedar lisan semata.”
          Sedangkan makna taubat sebagaimana yang dijelaskan oleh Imam Ar-Raghib Al-Asfahani adalah meninggalkan dosa karena keburukannya, menyesali dosa yang telah dilakukan, berkeinginan kuat untuk tidak mengulanginya dan berusaha melakukan apa yang lebih baik (sebagai ganti). Jika keempat hal itu telah dipenuhi berarti syarat taubatnya telah sempurna. Jika taubatnya berkaitan dengan hak manusia maka syaratnya ditambah satu lagi, yaitu hendaknya ia membebaskan diri (memenuhi) hak orang lain. Jika berupa harta benda maka ia harus mengembalikan, jika berupa had (hukuman) maka ia harus memberinya kesempatan untuk membalas atau meminta maaf kepadanya dan jika berupa qhibah (menggunjing), maka ia harus meminta maaf.
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
          Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam manfsirkan (surat Nuh: 10-12) Beliau berkata: “Maknanya, jika kalian bertaubat kepada Allah, meminta ampun kepadaNya, niscaya Ia akan memperbanyak rizki kalian, Ia akan menurunkan air hujan serta keberkahan dari langit, mengeluarkan untuk kalian berkah dari bumi, menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, melimpahkan air susu, memperbanyak harta dan anak-anak untuk kalian, menjadikan kebun-kebun yang di dalamnya terdapat macam-macam buah-buahan untuk kalian serta mengalirkan sungai-sungai di antara kebun-kebun untuk kalian.
          Imam Al-Qurtubi menyebutkan dari Ibnu Shabih, bahwasannya ia berkata: “Ada seorang laki-laki mengadu kepada Al-Hasan Al-Bashri tentang kegersangan (bumi) maka beliau berkata kepadanya, Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain mengadu kepadanya tentang kemiskinan, maka beliau berkata kepadanya, Beristighfarlah kepada Allah! Yang lain lagi berkata kepadanya, ’Do’akanlah (aku) kepada Allah, agar ia memberiku anak!!’ maka beliau mengatakan kepadanya, ‘Beristighfar kepada Allah! Dan yang lainnya lagi mengadu kepadanya tentang kekeringan kebunnya maka beliau mengatakan (pula),’Beristighfarlah kepada Allah!.
Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
          Kemudian di ayat yang lain Allah yang menceritakan tentang seruan Hud kepada kaumnya agar beristighfar.
          “Dan (Hud berkata),’Hai kaumku, mohonlah ampun kepada Tuhanmu lalu bertaubatlah kepadaNya, niscaya Dia kan menurunkan hujan yang sangat lebat atasmu dan Dia akan membawa kekuatan kepada kekuatanmu dan juga janganlah kamu berpaling dengan berbuat dosa.” (Hud: 52)
          Al-Hafizh Ibnu Katsir dalam menafsirkan ayat yang mulia di atas menyatakan: “Kemudian Hud memerintahkan kaumnya untuk beristighfar sehingga dosa-dosa yang lalu dapat dihapuskan, kemudian memerintahkan bertaubat untuk waktu yang mereka hadapi. Barangsiapa memiliki sifat seperti ini, niscaya Allah akan memudahkan rizkinya, melancarkan urusannya dan menjaga keadaanya. Inilah buah dari istighfar dan taubat.
Ma'asyirol Muslimin A’azza kumullah ...
          Dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Imam Ahmad, Abu Daud, An-Nasa’i Ibnu Majah dan Al-Hakim dari Abdullah bin Abbas ia berkata, Rasulullah bersabda:
مَنْ أَكْثَرَ اْلاِسْتِغْفَارَ جَعَلَ اللهُ مِنْ كُلِّ هَمٍّ فَرَجًا وَمِنْ كُلِّ ضِيْقٍ مَخْرَجًا وَرَزَقَهُ مِنْ حَيْثُ لاَ يَحْتَسِبُ.
          “Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah menjadikan untuk setiap kesedihannya jalan keluar dan untuk setiap kesempitannya kelapangan dan Allah akan memberikan rizki (yang halal) dari arah yang tidak disangka-sangka.”
 Ma'asyirol Muslimin rahimakumullah ...
          Dalam hadist yang mulia ini, Nabi menggambarkan tentang tiga hasil yang dapat dipetik oleh orang yang memperbanyak istighfar. Salah satunya yaitu, bahwa Allah akan memberi rizki dari arah yang tidak disangka-sangka dan tidak pernah diharapkan serta tidak pernah terbersit dalam hati.
          Karena itu, kepada orang yang mengharapkan rizki hendaklah ia bersegera untuk memperbanyak istighfar, baik dengan ucapan maupun dengan perbuatan. Dan hendaklah kita selalu waspada! dari melakukan istighfar hanya sebatas dengan lisan tanpa perbuatan. Sebab ia adalah pekerjaan para pendusta.
بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ مِنْ كُلِّ ذَنْبٍ. فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.
Khutbah kedua:
الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهْ وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِيَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اَلصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى نَبِيِّنَا الْمُصْطَفَى مُحَمَّدٍ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ سَلَكَ سَبِيْلَهُ وَاهْتَدَى بِهُدَاهُ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ.أَمَّا بَعْدُ؛ وَقَالَ النَّبِيُ: اِتَّقِ اللهَ حَيْثُ مَا كُنْتَ وَأَتْبِعِ السَّيِّئَةَ الْحَسَنَةَ تَمْحُهَا وَخَالِقِ النَّاسَ بَخُلُقٍ حَسَنٍ. (رواه الترمذي).
إِنَّ اللهَ وَمَلاَئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. وَبَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيْمَ، إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ. اَللَّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اْلأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَاْلأَمْوَاتِ.
          Ya Allah, jadikanlah kami termasuk orang-orang yang selalu bertaubat dan beristighfar, dan mudahkanlah rizki -rizki kami, lancarkanlah urusan-urusan kami serta jagalah keadaan kami. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a.
          Ya Allah, jadikanlah kami termasuk hamba-hamba Mu yang pandai beristighfar. Dan karuniakanlah kepada kami buahnya, di dunia maupun di akhirat. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Mengabulkan do’a. Wahai Dzat yang memiliki keagungan dan kemuliaan. 
اَللَّهُمَّ إِنَّا نَسْأَلُكَ مِنَ الْخَيْرِ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ، وَنَعُوْذُ بِكَ مِنَ الشَّرِّ كُلِّهِ مَا عَلِمْنَا مِنْهُ وَمَا لَمْ نَعْلَمْ. اَللَّهُمَّ أَعْتِقْ رِقَابَنَا مِنَ النَّارِ وَأَوْسِعْ لَنَا مِنَ الرِّزْقِ فِي الْحَلاَلِ، وَاصْرِفْ عَنَّا فَسَقَةَ الْجِنِّ وَاْلإِنْسِ يَا حَيُّ يَا قَيُّوْمُ يَا ذَا الْجَلاَلِ وَاْلإِكْرَامِ. اَللَّهُمَ أَصْلِحْ أَحْوَالَ الْمُسْلِمِيْنَ وَأَرْخِصْ أَسْعَارَهُمْ وَآمِنْهُمْ فِيْ أَوْطَانِهِمْ. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.
عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُكُمْ بِالْعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيتَآئِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَآءِ وَالْمُنكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَاسْأَلُوْهُ مِنْ فَضْلِهِ يُعْطِكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

Senin, 12 November 2012

SMS GRATIS

mau yang gratisan, bener-bener gratis, sms sepuasmu, tinggal masukkah no hp kemudian tulis pesan, dan kirim
http://smsgratis.web.id/

Minggu, 11 November 2012

Tugas Mandiri Terstruktur dan Tidak Terstruktur


Apa itu tugas mandiri terstruktur (TMT) dan tugas mandiri tidak terstruktur (TMTT) ?  Mungkin rekan atau kita sering mendengarnya namun apa perbedaan diantara keduanya.  Kedua tugas mandiri ini, sesuai dengan namanaya mandiri berarti tugas yang diberikan atau yang harus diselesaikan seorang siswa setelah ia memperoleh atau menyelesaikan suatu kegiatan belajar dalam sebuah mata pelajaran atau bidang studi.  Apalagi dengan berlakunya KTSP di mana implementasi KTSP (kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan) salah satunya sangat akrab dengan tugas mandiri ini.  Suatu tugas dikatakan mandiri terstruktur manakala tugas itu diselesaikan seorang siswa dengan batas yang telah ditentukan oleh guru.  Misalnya tugas itu dikumpulkan pada pertemuan minggu berikutnya atau beberapa hari lagi tergantung guru.  Dan tugas mandiri tidak terstruktur manakala tugas itu diselesaikan dan dikumpulkan pada batas maksimum yang telah ditentukan oleh guru dan siswa boleh mengumpulkannya kapan saja yang penting antara renatng batas maksimum yang telah ditentukan.  Misalnya tugas dikumpulkan paling lambat satu minggu sebelum midle semester atau satu minggu sebelum semester atau dua minggu sebelum ujian nasional, dll.   Namun sebaiknya tugas mandiri ini dibarengi dengan pegangan murid seperti konsep materi pembelajaran dari guru, diktat , modul, bahan ajar lainnya, seperti perpustakaan sebagai referensi mereka dalam melaksanakan tugas tersebut.  Bisa juga koran atau Internet.  Kalau memang tugas itu berat boleh dikerjakan secara berkelompok.  Sebagai gambaran saya sajikan contoh TMT dan TMTT,  bidang studi PKn adalah :
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Kegiatan
Waktu
Keterangan
1. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka
1.2. menganalisis Pancasila sebagai sumber nilai dan paradigma pembangunan
Berikan contoh nilai praksis yang  hidup, berkembang,  dan dilaksanakan oleh semua warga sekolahmu sebagai wujud dari nilai instrumental, yaitu Tata Tertib Sekolah.
Dikumpulkan  pada pertemuan minggu berikutnya
Terstruktur

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
1. Menampilkan sikap positif terhadap Pancasila sebagai ideology terbuka
1.3. Menampilkan sikap positif terhadap pancasila sebagai ideology terbuka
Amati perilaku masyarakat sekitar tempat tinggalmu yang sesuai dengan  nilai-nilai Pancasila mulai sila pertama sampai kelima.  Klasifikasikan menurut masing-masing sila.
Dikumpulkan 3 hari sebelum mid semester.
Tugas tidak terstruktur
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
2. Menganalisis berbagai isitem pemerintahan
2.2. Menganalisis pelaksanaan system pemerintahan Negara Indonesia
Gambarkan dalam satu lembar kertas manila struktur ketatanegaraan RI, kemudian analisa serta berikan deskripsi mengenai  perbedaannya, baik dari segi lembaga negaranya maupun tugas dan fungsi lembaga Negara tersebut.
Waktu pengumpulan tugas pada pertemuan berikutnya
Di presentasikan di depan kelas.
Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
2. Menganalisis berbagai isitem pemerintahan
2.2. Menganalisis pelaksanaan system pemerintahan Negara Indonesia
Amati dan analisa pasal-pasal dalam UUD 1945 yang menyangkut systemCheck anda Balancesantar lembaga Negara (Legislatif, Eksekutif, dan Yudikatif), dan buatlah analisamu mengenai check and balances ketiga lembaga tersebut.
Waktu pengumpulan tugas paling lambat 3 hari sebelum ujian semester
Tidak Terstruktur

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
2. Menganalisis berbagai isitem pemerintahan
2.3. Membandingkan pelaksanaan system pemerintahan yang berlaku di Indonesia dengan Negara lain
Amati dan analisa berita di TV, Internet, Koran, tentang peristiwa yang terjadi di Negara kita.  Tunjukkan kelemahan dan kelebihan system pemerintahan RI dari peristiwa yang terjadi di Negara kita tersebut.
Dikumpulkan paling lambat 3 hari sebelum ujian semester
Tidak Terstruktur

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
3. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi
3.1. Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peranan serta perkembangan pers di Indonesia
Cari berita di Koran atau majalah yang berkaitan dengan fungsi pers sebagai media Informasi, media pendidikan, Fungsi hiburan, fungsi kontrol sosial dan pers sebagai lembaga ekonomi.  Berita –berita tersebut dibuat kliping dan dibawahnya diberi deskripsi, yaitu termasuk fungsi apa.
Waktu pengumpulan tugas sebelum ulangan mid semester
Tidak Terstruktur

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
3. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi
3.2. Mendeskripsikan pengertian, fungsi dan peranan serta perkembangan pers di Indonesia
Menganalisis pelanggaran kode etik jurnalistik dari Tayangan TV, siaran radio, atau internet.  Pelanggaran tersebut melanggar pasal berapa kode etik jurnalistik.
Waktu pengumpulan tugas pada pertemuan 2 minggu berikutnya
Terstruktur

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
3. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi
3.2. Mengevaluasi kebebasan pers dampak penyalah gunaan kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di indonesia
  • Cari berita di Koran atau majalah kemudian analisa berdasarkan rumus 5W + 1H.
  • Menyusun atau menulis sebuah berita aktual yang sedang hangat saat ini, atau berita apa saja diperbolehkan.  Penulisan harus menggunakan  rumus 5W + 1H.
Dikumpulkan pada pertemuan minggu berikutnya
Terstruktur

Standar Kompetensi
Kompetensi Dasar
Uraian Kegiatan
Waktu
Keterangan
3. Mengevaluasi peranan pers dalam masyarakat demokrasi
3.2. Mengevaluasi kebebasan pers dampak penyalah gunaan kebebasan media massa dalam masyarakat demokratis di indonesia
Menjadi Reporter dan menyusun pedoman wawancara untuk siaran Radio, atau TV, topik wawancara bebas.
2 jam pelajaran untuk minggu berikutnya
Tugas terstruktur dan dipraktikkan di depan kelas minggu berikutnya

Jumat, 23 Maret 2012

REINTERPRETASI HADIS KEPEMIMPINAN PEREMPUAN


REINTERPRETASI HADIS  KEPEMIMPINAN PEREMPUAN

Hanya laki-laki lah yang dipandang cakap dan mampu mengelola kepentingan masyarakat dan negara. Keadaan seperti ini tidak hanya terjadi di Persia saja, tetapi juga di seluruh Jazirah Arab. Dalam kondisi kerajaan Persia dan setting sosial seperti itulah, wajar Rasulullah  SAW yang memiliki kearifan tinggi, melontarkan Hadis  bahwa bangsa yang menyerahkan masalah-masalah (kenegaraan dan kemasyarakatan) kepada perempuan tidak akan sejahtera atau sukses. 

Kehidupan umat Islam dari waktu ke waktu selalu mengalami perubahan, termasuk dalam persoalan nilai yang dijadikan ukuran standar. Akibatdari perubahan ini, terutama era ilmu pengetahuan dan tekhnologi saat sekarang, hampir segala sesuatu selalu dinilai dengan pertimbangan rasio atau akal. Oleh karena itu, banyak produk hukum Islam, termasuk dalam hal politik kenegaraan tidak bisa diterima begitu saja, karena tidak sesuai dengan pertimbangan akal sehat dan kebutuhan jaman.
Salah satu contoh dari realitas di atas adalah kepemimpinan politik bagi perempuan. Hadis  yang dijadikan landasan bagi ketidakbolehan kepemimpinan politik bagi perempuan dipandang sudah tidak relevan lagi dengan perubahan kondisi struktur sosial, ekonomi dan tekhnologi.
Menurut Jumhur ulama bahwa syarat yang harus dipenuhi bagi seorang
khalifah (kepala negara) adalah harus laki-laki. Hal tersebut didasarkan pada respon Rasulullah  SAW ketika mendengar berita bahwa masyarakat Persia telah memilih putri Kisra sebagai pemimpin.
Untuk lebih jelas marilah kita melihat Hadis  tentang kepemimpinan wanita tersebut, namun terlebih dahulu kita melakukan takhrij al-Hadith baru kalau sudah ketemu kemudian kita lanjutkan melakukan kritik terhadap Hadis  tersebut.
Bagi Anda yang sedang mendapatkan tugas mengenai hal tersebut, silahkan download filenya yang sudah berbentuk doc. sehingga sudah siap pakai.  Namun sebelumnya, saya mohon maaf bahwa file tersebut terkunci oleh password. Cara mendapatkan password.
  1. Transfer Sedekah sebesar Rp. 25.000,-
  2. Tambahkan 3 Angka Unik diambil dari 3 Nomor terakhir HP anda, Misal: HP anda: 0812950123 maka Silakan Transfer Rp. 25.123,-
  3. Kirim Ke BCA : ac. 2160380287 an. Muhammad Thoyyib.
  4. SMS Konfirmasi dan Sertakan Judul makalahnya dan Nominal yang telah Anda kirim
  5. Untuk Konfirmasi SMS Ke  HP.085233459627 
  6. CONTOH: Reinterpretasi, 25.123
  7. Selahkan
      Download